Orang Papua Identik Dengan Pemalas
Jayapura 18/04/2019
Oleh Yali Silak
Ketika kita membahas tentang kata pemalas terdiri atas dua morfem yaitu pe dan malas. Pe yang berarti kata penghubung, sedangkan malas sendiri menunjukkan kata sifat, sehingga pemalas yang berarti orang malas. Seorang presiden pertama RI Dr. Ir. H. Soekarno pernah berkata, orang yang kuat dan tangguh adalah orang Irian, orang yang bekerja teliti adalah orang Jawa, dan orang yang pintar adalah orang Batak. Apa benar kata seorang presiden? Kita boleh katakan benar, kenapa demikian? Karena orang Papua merupakan jiwa khas alami yang menyerbu negeri burung Cendrawasih yaitu tinggi, besar, tangguh dan kokoh. Coba kita membayangkan ketika tim-tim sepakbola asal tanah Papua, terutama Persipura Jayapura berlaga di Indonesia maupun level Asia tenggara, setiap tim Persipura berlaga tentu ditakuti lawan karena fisik pemain Papua begitu kuat. Apalagi berbicara soal perang antar suku/perkelahian antar warga, orang Papua pasti ada di depan untuk melawan lawan-lawannya.Tetapi sayangnya, kita berbicara tentang malas, sejujurnya kita orang Papua itu identik dengan pemalas, baik itu pemalas bekerja, pemalas mengajar, berbicara, dan juga banyak hal lainnya. Bekerja, kita berbicara kerja, disuruh dorong motor saja pasti malas, apalagi membuat bangunan tentu itu bukan pekerjaan orang Papua. Mengajar, banyak sarjana asal Papua yang sukses dalam berbagai bidang tapi sayang, angka pengangguran semakin meningkat, bukan karena tidak ada pekerjaan di tanah Papua, mengajar sukarelawan pada tingkat SMP, SMA saja malas, apalagi SD, sangat malu untuk mengajar. Riset membuktikan bahwa 75% orang-orang Papua malas bekerja dari sekecil-kecilnya. Kebanyakan kaka-kaka dan teman-teman saya mereka sempat berkata seperti ini, ketika saya selesai sarjana besok, saya akan mencalonkan diri untuk merebut kursi legislatif, dan ada juga yang berkata ketika saya selesai besok langsung menjadi kepala dinas, entah kepala dinas apa saja. Hal ini membuat saya tergagum-gagum, bukanya mulai dari 0 malahan lompat ke 100, itulah kebiasaan kita orang Papua. Dan satu hal yang unik lagi yaitu bahasa, malai Papua terkenal dengan kata-kata singkat atau yang disebut dengan “short words” yaitu sapu, (saya punya), ko pu (kau punya), de pu (dia punya) trada ( tidak ada) semua ini menunjukkan bahwa pemalas bukan hanya bekerja tetapi juga vokal yang dikeluarkan dari mulutpun menjadi penghalang utama untuk membuat kita orang-orang Papua menjadi pemalas. Dengan demikian di sini saya simpulkan bahwa, kita orang Papua identik dengan pemalas yaitu malas dalam berbagai hal. Oleh sebab itu, saya rasa kemajuan dalam berbagai hal di bidang apa saja tidak di tangan siapa-siapa, kemajuan dan perkembangan daerah ada di tangan kita sendiri, asal kita rajin, teliti dan fokus, maka saya yakin 100% kita rakyat Papua menjadi maju dan sejahtra.
Jayapura 18/04/2019
Oleh Yali Silak
Ketika kita membahas tentang kata pemalas terdiri atas dua morfem yaitu pe dan malas. Pe yang berarti kata penghubung, sedangkan malas sendiri menunjukkan kata sifat, sehingga pemalas yang berarti orang malas. Seorang presiden pertama RI Dr. Ir. H. Soekarno pernah berkata, orang yang kuat dan tangguh adalah orang Irian, orang yang bekerja teliti adalah orang Jawa, dan orang yang pintar adalah orang Batak. Apa benar kata seorang presiden? Kita boleh katakan benar, kenapa demikian? Karena orang Papua merupakan jiwa khas alami yang menyerbu negeri burung Cendrawasih yaitu tinggi, besar, tangguh dan kokoh. Coba kita membayangkan ketika tim-tim sepakbola asal tanah Papua, terutama Persipura Jayapura berlaga di Indonesia maupun level Asia tenggara, setiap tim Persipura berlaga tentu ditakuti lawan karena fisik pemain Papua begitu kuat. Apalagi berbicara soal perang antar suku/perkelahian antar warga, orang Papua pasti ada di depan untuk melawan lawan-lawannya.Tetapi sayangnya, kita berbicara tentang malas, sejujurnya kita orang Papua itu identik dengan pemalas, baik itu pemalas bekerja, pemalas mengajar, berbicara, dan juga banyak hal lainnya. Bekerja, kita berbicara kerja, disuruh dorong motor saja pasti malas, apalagi membuat bangunan tentu itu bukan pekerjaan orang Papua. Mengajar, banyak sarjana asal Papua yang sukses dalam berbagai bidang tapi sayang, angka pengangguran semakin meningkat, bukan karena tidak ada pekerjaan di tanah Papua, mengajar sukarelawan pada tingkat SMP, SMA saja malas, apalagi SD, sangat malu untuk mengajar. Riset membuktikan bahwa 75% orang-orang Papua malas bekerja dari sekecil-kecilnya. Kebanyakan kaka-kaka dan teman-teman saya mereka sempat berkata seperti ini, ketika saya selesai sarjana besok, saya akan mencalonkan diri untuk merebut kursi legislatif, dan ada juga yang berkata ketika saya selesai besok langsung menjadi kepala dinas, entah kepala dinas apa saja. Hal ini membuat saya tergagum-gagum, bukanya mulai dari 0 malahan lompat ke 100, itulah kebiasaan kita orang Papua. Dan satu hal yang unik lagi yaitu bahasa, malai Papua terkenal dengan kata-kata singkat atau yang disebut dengan “short words” yaitu sapu, (saya punya), ko pu (kau punya), de pu (dia punya) trada ( tidak ada) semua ini menunjukkan bahwa pemalas bukan hanya bekerja tetapi juga vokal yang dikeluarkan dari mulutpun menjadi penghalang utama untuk membuat kita orang-orang Papua menjadi pemalas. Dengan demikian di sini saya simpulkan bahwa, kita orang Papua identik dengan pemalas yaitu malas dalam berbagai hal. Oleh sebab itu, saya rasa kemajuan dalam berbagai hal di bidang apa saja tidak di tangan siapa-siapa, kemajuan dan perkembangan daerah ada di tangan kita sendiri, asal kita rajin, teliti dan fokus, maka saya yakin 100% kita rakyat Papua menjadi maju dan sejahtra.
wahaha.. saya perempuan jawa dan sedang menjalin hubungan dengan orang papua.. pacar saya pintar tapi memang kadang pemalas, banyak sekali stigma negatif yang kadang orang papua ciptakan untuk diri mereka sendiri.. yaa tapi saya sih percaya, gak semua mawar berduri, kayak gak semua orang jawa sopan, berarti gak semua orang papua malas juga sih.. kadang takut sih, karena orang papua kadang identik dengan keras dan pemabuk atau pergaulan bebas, semoga pasangan saya nggak termasuk.. :')
BalasHapus